Senin, 23 April 2012

ANALISIS PERMINTAAN PANGAN : BUKTI EMPIRIS TEORI RUMAH TANGGA PERTANIAN


Nama Kelompok        :   ADITYA NURAHMAN (10110202)
                                      :   HERUL FITMAN HERMAWAN (13110293)
                                      :   PANDU ENDAR H (15110300)


ANALISIS PERMINTAAN PANGAN : BUKTI EMPIRIS TEORI RUMAH TANGGA PERTANIAN



Oleh : M. Husein Sawit




EKONOMI DAN KEUANGAN INDONESIA
Volume XLII Nomor 1, 1994





UNIVERSITAS GUNADARMA
JURUSAN SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI 2012







PENDAHULUAN
            Sejak lama pemerintah berusaha untuk meningkatkan pendapatan penduduk pedesaan melalui peningkatan produksi pertanian. Sejumlah infrastruktur dibangun di desa terutama irigasi dan prasarana penyuluhan termasuk juga pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan.
            Selama ini, subsidi input seperti pupuk, tingkat upah, luas tanah pertanian dan capital, hampir tidak pernah dikaitkan berpengaruh langsung pada konsumsi rumah tangga pedesaan. Suatu yang keliru bila seseorang menganggap rumah tangga tani sebagai unit konsumsi murni atau sebagai produksi murni. Rumah tangga tani menghasilkan produksi terutama pangan, sebagian dari produksinya dikonsumsikan, sisanya dijual ke pasar. Demikian juga, tenaga kerja yang digunakan di usahatani. Oleh karena itu, rumah tangga tani lebih tepat dikatakan sebagai campuran antara produsen dan konsumen.
            Tujuan umum makalah ini adalah untuk membangun model permintaan yang lebih realitis untuk rumah tangga pedesaan. Sedangkan tujuan spesifiknya: menganalisa perbedaan parameter permintaan rumah tangga yang diestimasi dengan Model Permintaan Konvensional (MPK) dibandingkan dengan Model Permintaan Rumah tangga pertanian (MPR), melihat pengaruh kenaikan upah, pengurangan/penghapusan subsidi pupuk, dan luas usahatani terhadap konsumsi tangga.

            DATA
            Data yang digunakan dalam studi ini berasal dari hasil penelitian Studi Dinamika Pedesaan, Survey Agro Ekonomi di DAS Cimanuk, Jawa Barat tahun 1983-1984, yang kemudian semua data tersebut dialihkan pengelolanya ke Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian (P/SE). Walaupun data ini relative lama, tapi tetap punya relevansi dengan masalah masa kini. Sejumlah 241 rumah tangga dipilih untuk studi studi ini, mereka umumnya pemilik dan penggarap, dan sebagian kecil dari mereka adalah penyewa.
            Umumnya mereka menghasilkan padi, ubi kayu, jagung, ubirambat dan kedele, dan jarang sekali sebagai penghasil satu jenis produk pertanian. Padi merupakan tanaman utama ditanam oleh hampir semua rumah tangga. Tanaman pangan nonpadi tersebut ditanam tidak merata di antara petani, sehingga tanaman tersebut digabungkan menjadi palawija agar jumlah sampel rumah tangga tidak berkurang. Oleh karena itu, dua komuditas pangan yang dianalisa yaitu padi dan palawija.
            Dalam penelitian ini, dianalisa tiga input variable terpenting yaitu tenaga kerja pria, wanita dan pupuk, karena proporsi masing-masing input tersebut terhadap biaya total lebih dari 10%, sedangkan input lainnya seperti bibit dan pertisida diabaikan, karena proporsinya terhadap ongkos total masing-masing input tersebut kurang dari 5%. Pemisahan tenaga kerja pria dan wanita adalah penting karena adanya perbedaan tugas dalam rumah tangga, kegiatan di usaha tani dan juga berbedanya kesempatan kerja terutama di luar pertanian.
            Rumah tangga pedesaan juga terlibat dalam berbagai kegiatan nonpertanian seperti pedagang keliling, warung, buruh, penarik becak, atau penjual jasa lainnya, dan industri rumah tang. Kegiatan nonpertanian ini digolongkan ke dalam tiga kategori besar, yaitu: pedagang, buruh industri, dan buruh pelayanan/jasa. Khusus untuk kegiatan perdagangan, upah (proksi dari upah) dihitung berdasarkan pendapatan atas tenaga keluarga. Kegiatan industry rumah tangga tidak dimasukkan dalam studi ini, karena joint profit sehingga tidak dapat ditaksir pendapatan untuk bagian tenaga kerja pria atau wanita. Oleh karena itu, tingkat upah nonpertanian ditaksir sebagai upah rata-rata tertimbang dari kegiatan perdaganga, buruh industri, dan buruh pelayanan/jasa.

            MODEL PERMINTAAN PANGAN
            Penelitian terakhir memperlihatkan bahwa bekerjanya pasar tenaga kerja yang kompetitif di banyak tempat di Jawa. Kalau dianggap persoalan resiko tidak penting, dan diasumsikan juga tingkat harga atau tingkat upah sama pada waktu membeli dan menjualnya, maka model rumah tangga pertanian (MRP) bias diperlakukan recursive. Artinya konsumsi rumah tangga dipengaruhi oleh produksi pertanian, akan tetapi produksi bebas dari pengaruh konsumsi. Pendekatan recursive ini lebih sederhana dalam kita membangun model dan menguji berbagai hipotesa tentang perilaku rumah tangga.
            Selanjutnya dirumuskan fungsi produksi yang menampung dua output (padi dan palawija), tiga input variable (tenaga kerja pria, wanita, dan pupuk) dan dua input tetap (luas tanah garapan dan capital tetap). Fungsi produksi implisit ditulis sebagai berikut :
H (Q1, Q2, Lm, Lf, K1, K2) = 0                                                (1)

Di mana,
Q1 dan Q2 masing-masing tingkat produksi padi dan palawija;
Lm dan Lf sebagai total tenaga kerja (dalam dan luar keluarga), masing-masing untuk pria dan wanita. Tenaga kerja dalam dan luar keluarga dianggap dapat disubstitusikan secara sempurna, tapi tidak demikian halnya antara tenaga pria dan wanita;
F adalah pupuk kimia (total urea dan TSP); dan
K1 dan K2 adalah input tetap masing-masing luas tanah garapan dan capital tetap.
            Rumah tangga diasumsikan memaksimumkan daya guna dengan kendala produksi pertanian, waktu dan pendapatan. Daya guna tersebut dapat diperoleh dari konsumsi barang pertanian, waktu dan pendapatan. Daya guna tersebut dapat diperoleh dari konsumsi barang pertanian yang dihasilkan rumah tangga, barang yang dibeli dari pasar, dan waktu senggang. Oleh karena itu, fungsi daya guna rumah tangga dirumuskan sebagai berikut :
                                    U = U (Rm, Rf, C1, C2, M)                                                     (2)

Di mana,
Rm dan Rf adalah konsumsi waktu tidak bekerja, masing-masing untuk pria dan wanita dewasa. Waktu tidak bekerja ini ditaksir dari sisa waktu total setelah dikurangi waktu yang dipakai untuk bekerja.
C1 dan C2 adalah konsumsi padi dan palawija; dan M adalah konsumsi barang pasar.
            Fungsi daya guna rumah tangga diasumsikan kontinyu dan dapat diturunkan dua kali dan memenuhi syarat pertama dan kedua; dan utilitas marginal positif untuk semua barang.
            Rumah tangga menghadapi kendala waktu, masing-masing buat pria dan wanita dewasa sebagai berikut :
                                    Dm = Nm + NNm + Rm                                                                (3a)
                                    Df = Nf + NNf + Rf                                                        (3b)           


Di mana,
Dm dan Df adalah waktu yang tersedia yang dapat dipakai untuk bekerja dan tidak bekerja, masing-masing untuk pria dan wanita;
Nm dan Mf adalah waktu yang digunakan usaha tani sendiri, masing-masing untuk pria dan wanita;
NNm dan NNf adalah waktu yang digunakan di kegiatan nonpertanian masing-masing untuk pria dan wanita
Rm dan Rf adalah waktu tidak bekerja.
            Rumah tangga mengkonsumsikan sebagian padi dan palawija yang dihasilkannya. Padi dan palawija dpat dijual atau dibeli, pendapatan dari upah pertanian dan nonpertanian, pendapatan bersih dari nontenaga kerja. Pendapatan tersebut dirumuskan sebagai berikut :


Di mana,
qM adalah nilai barang pasar (M sebagai agregat kwantitas barang dan q adalah harganya. P1 dan P2 adalah harga masing-masing untuk padi dan palawija; Ww adalah harga pupuk; Wm dan Wf adalah tingkat upah di tanaman pangan, WNm dan WNf adalah tingkat upah nonpertanian; E adalah pendapatan bersih dari nontenaga kerja.
            Apabila kendala waktu (persamaan 3) disubstitusikan ke dalam persamaan pendapatan (4) dan selanjutnya persamaan 4 dapat ditulis sebagai beriku

            Selanjutnya fungsi daya guna rumah tangga (persamaan 2) dimaksimumkan dengan dua kendala yang telah diselesaikan yaitu produksi pertanian (persamaan 1) dan pendapatan (persamaan 5), sehingga fungsi Lagrangian dapat dirumuskan sebagai berikut :
            Analisis statis komparatif dipakai untuk mengevaluasi perubahan suatu variable independen (sedangkan variable lainnya dianggap tetap) pengaruhnya terhadap variable dependen.


IV. MODEL EKONOMETRI
            Model ekonometri telah disinggung di depan, pendekatan recursive digunakan dalam penelitian ini. Dengan pendekatan recursive memungkinkan kita mengestimasi produksi terpisah dengan konsumsi.
           
A.   Perilaku Rumah Tangga dalam Produksi
Dalam kasus fungsi produksi yang mencakup banyak output dan banyak input (multi output and multi-input) diduga dengan menggunakan fungsi yang fleksibel. Salah satu bentuk fungsi tersebut adalah fungi keuntugan translog. Dari fungsi keuntungan translog dapat diturunkan fungsi fungsi permintaan input (input demand) dan penawaran output (output supply). Model ekonometri persamaan pangsa untuk kasus dua input dan tiga input dituliskan sebagai berikut :


            Metode Iterative Seemingly Unrelated Regression (ITSUR) digunakan untuk menaksir parameter persamaan – persamaan 10a s/d 10c. Metode ini dapat menghasilkan parameter yang lebih stabil, karena metode ini hampir sama dengan metide the maximum likelihood (ML).
            Dalam teori ekonomi diperlukan persyaratan symmetry dan homogeneity yang harus dipenuhi pada persamaan – persamaan pangsa tersebut. Bukti berlaku tidaknya persyaratan symmetry tersebut, maka perlu diuji terlebih dahulu dengan uji F (F-Test).
            Estimasi persamaan pangsa input dan output memberlakukan persyaratan symmetry dan homogenity. Nilai koefisien yang diperoleh dari estimasi persamaan pangsa tersebut secara langsung tidak mempunyai pengertian ekonominya, tapi digunakan untuk menentukan besaran angka elastisitas permintaan input dan penawaran output. Nilai elastisitas tersebut dihitung pada nilai rata – rata dari variable dependen dan rumus yang dipakai seperti yang diperlihatkan oleh Fulginity dan Perrin (1990).
            Dari pembicaraan diatas dapat disimpulkan bahwa model ekonometri tersebut memenuhi syarat – syarat monotonicity dan convexity, sedangkan persyaratan homogenity dan symmetry diberlakukan (impose) dala model.

B.   Perilaku Rumah Tangga dalam Konsumsi
Fungsi permintaan tradisional diturunkan berdasarkan pendekatan daya guna langsung (direct utility atau pendekatan primal). Peneliti empiris menunjukan bahwa model linear approximation (LA) AIDS amat dekat hasilnya dengan model AIDS.
Model LA/AIDS dipakai dalam penelitian ini  untuk mengestimasi lima komoditas dan sejumlah karakteristik rumah tangga. Sama seperti dalam mengestimasi persamaan sistem permintaan input dan penawaran output, dalam mengestimasi LA/AIDS digunakan juga metode ITSUR dengan pangsa barang pasar dikeluarkan dari estimasi ekonometri.

Dalam model permintaan konvesional, pendapatan rumah tangga dianggap tetap, berbeda dengan rumah tangga pertanian yang memperlakukan pendapatan rumah tangga berubah, karena pengaruh keuntungan yang diperoleh dari produksi pertanian. Secara umum ditemukan perbedaan hasil di antara kedua model tersebut terutama berubahnya tujuh buah tanda elastisitas permintaan yaitu positif pada MPK menjadi negative di MPR atau sebaliknya.
Elastisitas permintaan padi terhadap harga kurang elastis dalam MPR disbanding dengan MPK (-0.55 lawan -0.74). Efek positif terhadap keuntungan, hanya mampu menutupi sebagian dari efek negatif dari subtitusi dan pendapatan. Adulavidhaya dkk (1984) melakukan penelitian dengan model di Thailand juga menemukan pola yang mirip yaitu elastisitas MPR (-0.37) yaitu lebih rendah (secara absolut) disbanding dengan MPK (-0.82).
Berbeda dengan padi, elastisitas permintaan palawija terhadap harga diri lebih tinggi di MPR disbanding dengan di MPK. Ini menunjukan bahwa besarnya efek keuntungan yg negative dari palawija telah menambah efek subtitusi dan pendapatan.
Elastisitas permintaan akan padi dan barang pasar terhadap upah pria dalam MPR adalah sama yaitu -0.04. Sedangkan elastisitas kedua komoditas tersebut terhadpa upah wanita masing masing -0.32 dan -0.40 dalam MPR.
Elastisitas permintaan palawija terhadap upah pria adalah negatif (-0.48) dan positif untuk upah wanita (1.01).
Dalam MPR memperlihatkan bahwa pekerja dalam rumah tangga berpengaruh positif terhadap konsumsinya. Elastisitas permintaan padi dan barang pasar terhadap jumlah pekerja, terutama pekerja pria yaitu 0.42 dan 0.22.
Elastisitas dalam permintaan padi, palawija dan barang pasar terhadap luas tanah garapan semuanya positif yaitu masing – masing 0.21;0.14 an 0.21. Walau inelastis meningkatnya luas garapan berpengaruh positif terhadap konsumsi rumah tangga.

VI. Ringkasan dan Kesimpulan
Model rumah tangga pertanian menunjukan bahwa factor produksi tetap dan harga input dapat berpengaruh langsung terhadap konsumsi rumah tangga. Pendekatan MPR lebih logis karena model yg dibangun lebih mirip dengan kenyataan yang di hadapi rumah tangga pedesaan yaitu mereka sebagai kombinasi antara prosusen dan konsumen pangan.
Penemuan dalam studi ini membuktikan bahwa pentingnnya memasukan komponen keuntungan dari produksi pertanian khususnya pangan kalau seseorang ingin mempelajari atau mengestimasi permintaan tidak kurang dari 50%. Model yang di kembangkan ini memerlukan data yang banyak dan biaya komputasinya yang lebih tinggi. Model ini (tentunya dengan berbagai modifikasi) dapat diterapkan di pedesaan luar jawa yang pada saat sekarang semakin banyak penelitian tingkat rumah tangga.

Tabel A1
Rumus Elastisitas Permintaan Komoditas Terhadap Variabel Exogenous dan
Karakteristik Rumah Tangga
Variabel Independen
Padi (C1)
Palawija (C2)
Barang Pasar (M)
Harga:
Harga Padi (P1)
(∂ ln C1 / ∂ ln P1)
-(∂ ln C1 / ∂ ln Y*)
(P1 C1/Y*)
+(∂ ln C1 / ∂ ln Y*)
(∂ ln Ï€/ ∂ ln P1)(Ï€/Y*)
(∂ ln C2 / ∂ ln P1)
-(∂ ln C2 / ∂ ln Y*)
(P1 C1/Y*)
+(∂ ln C2 / ∂ ln Y*)
(∂ ln Ï€/ ∂ ln P1)(Ï€/Y*)
(∂ ln M / ∂ ln P1)
-(∂ ln M / ∂ ln Y*)
(P1 C1/Y*)
+(∂ ln M / ∂ ln Y*)
(∂ ln Ï€/ ∂ ln P1)(Ï€/Y*)
Harga Palawija (P2)
(∂ ln C1 / ∂ ln P2)
-(∂ ln C1 / ∂ ln Y*)
(P2 C1/Y*)
+(∂ ln C1 / ∂ ln Y*)
(∂ ln Ï€/ ∂ ln P1)(Ï€/Y*)
(∂ ln C2 / ∂ ln P2)-(∂ ln C2/∂ ln Y*)(P2 C2/Y*)
+(∂ ln C2/∂ ln Y*)(∂ ln Ï€/ ∂ ln P2)(Ï€/Y*)
(∂ ln M / ∂ ln P2)
-(∂ ln M / ∂ ln Y*)
(P2 C2/Y*)
+(∂ ln M / ∂ ln Y*)
(∂ ln Ï€/ ∂ ln P2)(Ï€/Y*)
Harga Barang Pasar (q)
(∂ ln C1 / ∂ ln q)
-(∂ ln C1 / ∂ ln Y*)
(qM/Y*)
(∂ ln C2 / ∂ ln q)
-(∂ ln C2 / ∂ ln Y*)
(qM/Y*)
(∂ ln M / ∂ ln q)
-(∂lnM/∂ ln Y*)(Ï€/Y*)
Harga pupuk (Ww)
(∂ ln C1 / ∂ ln Y*)
(∂ln Ï€/∂ln Ww)(Ï€/Y*)
(∂ ln C2 / ∂ ln Y*)
(∂ln Ï€/∂ln Ww)(Ï€/Y*)
(∂ ln M / ∂ ln Y*)
(∂ln Ï€/∂ln Ww)(Ï€/Y*)


Tabel A2
Elastisitas Penawaran Output. Permintaan Input dan Keuntungan

                                   Penawaran Output*                             Permintaan Input
Elasisitas Terhadap      Padi    Palawija     Tenaga       Tenaga       Pupuk (f)  Keuntungan
                                        Q1        Q2         Pria(Lm)   Wanita (Lt)                                  (Ï€)
 

Harga Padi (P1)          0,607      0,05          1,582          1,424           1,671           1.593
                                   (10,06)                    (8,03)          (6,80)          (8,34)          (43,56)

Harga Palawija (P2)    0,001       0,06          0,102             0,099          -0764           0,035
                                                                                                                                       (3,71)

Harga Pupuk (Ww)     -0,074      1,559          -0,065          0,084            -0,341            -0,070
                                    (-8,28)                         (-0,98)        (-0,91)           (-0,81)         (-15,69)

Upah Wanita (Wm)     -0,359      -1,068         -1,066          -1,019            -0,334           -0,361
                                     (-8,28)                                    (-4,99)         (-4,57)           (-098)          (-13,93)

Upah Pria (Wf)           -0,175      -0,562         -0,553          -0,420            -0,232         -0,196
                                    (-6,80)                         (-4,57)         (-2,21)            (0,91)        (-13,24)

Luas Tanah                  0,992        1,832         1,026           1,088            1,065             0,986
Garapan (K1)              (43,40)                         (13,71)          (13,86)         (15,77)         (11,38)
 


Catatan:
*Elastisitas dihitung berdasarkan rumus yang di pakai oleh Fulginiti dan Perrin (1990) dan nilai di hitung pada tingkat harga rat-rata sampel.
**Dalam kurung adalah nilai 1 yang di hitung berdasarkan variance (cara hitungnya lihat Gujarati 1998: 634-635) dari rumus elastisitas

V. TINJAUAN PUSTAKA

Selasa, 27 Maret 2012

Mikroprosesor Chip Tunggal Pertama Di Dunia-Intel 4004

Intel 4004 adalah sebuah CPU 4-bit yang merupakan mikroprosesor chip tunggal pertama di dunia. Pada waktu itu, desain CPU lainnya seperti F14 CADC pada tahun 1970 merupakan implementasi dari chip-chip gabungan (multi-chip)

4004 dirilis dalam kemasan CERDIP 16-kaki pada tanggal 15 November 1971. 4004 merupakan prosesor komputer pertama yang dirancang dan diproduksi oleh produsen chip Intel. Orang yang merancang chip tersebut adalah Ted Hoff dan Federico Faggin dari Intel dan Masatoshi Shima dari Busicom.

Rancangan aslinya berasal dari perusahaan Jepang yang bernama Busicom, untuk digunakan pada kalkulator produksinya. 4004 juga disediakan dengan sebuah chip pendukung (misal, ROM program digabung bersama untuk menggunakan alamat program 12-bit 4004, yang mengijinkan akses memori 4 kilobyte dari bus alamat 4-bit bila semua 16 ROM dipasang). Sirkuit 4004 dibuat dari 2.300 transistor, dan pada tahun berikutnya diikuti oleh microprosesor 8-bit pertama, Intel 8008 dengan 3.300 transistor (dan Intel 4040, perbaikan dari 4004).

Pada masukan ke-empatnya ke pasar mikroprosesor, Intel melepas CPU yang memulai revolusi mikrokomputer
Spesifikasi Teknis
  • Maximum clock speed - nya adalah 740 kHz
  • Program dan penyimpanan data yang terpisah (yaitu, sebuah arsitektur Harvard). Berlainan dengan rancangan arsitektur Harvard lainnya yang menggunakan bus yang terpisah, 4004, karena ingin mengurangi jumlah pin, menggunakan sebuah bus 4-bit tunggal dimultiplex untuk mentransfer:
    • Alamat 12-bit
    • instruksi 8-bit, tidak ditaruh di memori yang sama dengan
    • data word 4-bit
  • Set instruksi yang terdiri dari 46 instruksi (di mana 41 diantaranya memiliki lebar 8 bit dan 5 lebar 16 bit)
  • Set register terdiri dari 16 register masing-masing 4 bit
  • tumpukan subroutine internal memiliki kedalaman 3 tingkat

Chip Pendukung
  • 4001: 256-byte ROM (256 8-bit program instructions), and one built-in 4-bit I/O port*
  • 4002: 40-byte RAM (80 4-bit data words), and one built-in 4-bit output port; the RAM portion of the chip is organized into four "registers" of twenty 4-bit words:
    • 16 data words (used for mantissa digits in the original calculator design)
    • 4 status words (used for exponent digits and signs in the original calculator design)
  • 4003: 10-bit parallel output shift register for scanning keyboards, displays, printers, etc.
  • 4008: 8-bit address latch for access to standard memory chips, and one built-in 4-bit chip select and I/O port*
  • 4009: program and I/O access converter to standard memory and I/O chips*
* Note: a 4001 ROM+I/O chip cannot be used in a system along with a 4008/4009 pair.


Permintaan dan Penawaran

A. Pengertian, Hukum, Kurva dan Teori Permintaan

a. Permintaan (Demand)
Permintan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu pada tingkat pendapatan tertentu dan dalam periode tertentu.
Beberapa Penentuan Permintaan
Permintaan seseorang atau suatu masyarakat kepada suatu barang ditentukan oleh faktor- faktor, diantaranya :
1. Harga barang itu sendiri (Px)
2. Harga barang lain ( Py)
3. Pendapatan konsumen (Inc)
4. Cita rasa (T)
5. Iklim (S)
6. Jumlah penduduk (Pop)
7. Ramalan masa yang akan datang (F)

Persamaan:
(Qd = F.(Px, Py, Ine,T,S, Pop,F)

Hukum Permintaan (the low of demand)
Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang menyatakan : “Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat atau naik maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya apabila harga turun jumlah barang meningkat.

Daftar Permintaan
Daftar permintaan ialah suatu tabel yang memberi gambaran dalam angka-angka tentang hubungan antara harga dengan jumlah yang diminta masyarakat. Ia menggambarkan besarnya permintaan yang ada pada berbagai tingkat harga.

Kurva Permintaan
Kurva Permintaan dapat didefinisikan sebagai :“Suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang diminta para pembeli.”
Kurva permintaan berbagai jenis barang pada umumnya menurun dari kiri ke kanan bawah. Kurva yang demikian disebabkan oleh sifat hubungan antara harga dan jumlah yang diminta yang mempunyai sifat hubungan terbalik.

Teori Permintaan
Dapat dinyatakan : “Perbandingan lurus antara permintaan terhadap harganya yaitu apabila
permintaan naik, maka harga relatif akan naik, sebaliknya bila permintaan turun, maka harga relatif akan turun.”

Gerakan sepanjang “dan perubahan kurva permintaan
a. Gerakan sepanjang kurva permintaan
Perubahan sepanjang kurva permintaan berlaku apabila harga barang yang diminta menjadi makin tinggi atau makin menurun.
Pergeseran kurva permintaan
Kurva permintaan kan bergerak kekanan atau kekiri apabila terdapat perubahan – perubahan terhadap permintaan yang ditimbulkan oleh faktorfaktor bukan harga, sekiranya harga barang lain, pendapatan para pembeli dan berbagai faktor bukan harga lainnya mengalami perubahan, maka perubahan itu akan menyebabkan kurva permintaan akan pindah ke kanan atau ke kiri.


B. Pengertian, Hukum, Kurva dan Teori Penawaran

a. Penawaran (Supply)
Penawaran adalah banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjual pada suatu pasar
tertentu, pada periode tertentu, dan pada tingkat harga tertentu.
Penentuan – penentuan Penawaran
Keinginan para penjual dalam menawarkan barangnya pada berbagai tingkat harga
ditentukan oleh beberapa faktor. Yang tepenting adalah :
1. Harga P Q
2. Harga barang lain Px Qy
3. Biaya faktor produksi FP cost π Qs
4. Teknologi T cost π Qs
5. Tujuan perusahaan
6. Ekspektasi (ramalan)

Secara matematis:
Qs = F (Px, Py, Fp, T1 ............... )
Persamaan penawaran:
Qs = a + bp

Hukum Penawaran
Hukum penawaran pada dasarnya mengatakan bahwa : “Semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya, makin rendah harga suatu barang, semakin sedikit jumlah barang tersebut yang ditawarkan.”

Daftar Penawaran
Daftar penawaran yang gambaran yang menunjukan jumlah penawaran pada berbagai tingkat harga.

Kurva Penawaran
Kurva penawaran dapat didefinisikan sebagai : “Yaitu suatu kurva yang menunjukkan hubungan diantara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang ditawarkan”.

Teori Penawaran
Yaitu teori yang menerangkan sifat penjual dalam menawarkan barang yang akan dijual.

Gerakan sepanjang dan pergeseran kurva penawaran
Perubahan dalam jumlah yang ditawarkan dapat berlaku sebagai akibat dari pergeseran kurva penawaran.

Jumat, 09 Maret 2012

Sejarah Terciptanya World Wide Web (WWW)


Istilah World Wide Web (WWW) tentu sudah tidak asing lagi bagi kita. Hampir setiap kali mengakses internet, tiga huruf itu seringkali menghiasi kotak "address" tempat kita menuliskan alamat yang kita tuju. Namun, bagaimana sebenarnya asal usul "www" ini dan siapa sosok yang telah begitu berjasa menemukan konsep ini, mungkin tidak terlalu banyak yang benar-benar mengetahuinya.Asal Usul WebSejarah "www"/web bermula di European Laboratory for Particle Physics (lebih dikenal dengan nama CERN), di kota Geneva dekat perbatasan Perancis dan Swiss. CERN merupakan suatu organisasi yang didirikan oleh 18 negara di Eropa. Pada bulan Maret 1989, Tim Berners Lee dan peneliti lainnya dari CERN mengusulkan suatu protokol sistem distribusi informasi di Internet yang memungkinkan para anggotanya yang tersebar di seluruh dunia saling membagi informasi dan bahkan untuk menampilkan informasi tersebut dalam bentuk grafik.Web Browser pertama dibuat dengan berbasiskan pada teks. Untuk menyatakan suatu link, dibuat sebarisan nomor yang mirip dengan suatu menu. Pemakai mengetikkan suatu nomor untuk melakukan navigasi di dalam Web. Kebanyakan software tersebut dibuat untuk komputer-komputer yang menggunakan Sistem Operasi UNIX, dan belum banyak yang bisa dilakukan oleh pemakai komputer saat itu yang telah menggunakan Windows. Tetapi semua ini berubah setelah munculnya browser Mosaic dari NCSA (National Center for Supercomputing Applications).
Di bulan Mei 1993, Marc Andreesen dan beberapa murid dari NCSA membuat Web browser untuk sistem X-Windows yang berbasiskan grafik dan yang mudah untuk digunakan. Dalam beberapa bulan saja, Mosaic telah menarik perhatian baik dari pemakai lama maupun pemakai baru di Internet. Kemudian NCSA mengembangkan versi-versi Mosaic lainnya untuk komputer berbasis UNIX, NeXT, Windows dan Macintosh.

Pada tahun 1994, Marc Andreesen meninggalkan NCSA, dan kemudian bersama Jim Clark, salah satu pendiri dari Silicon Graphics, membuat Netscape versi pertama. Kehadiran Netscape ini menggantikan kepopuleran Mosaic sebagai Web browser dan bahkan sampai saat ini Netscape merupakan browser yang banyak digunakan setelah Internet Explorer dari Microsoft.

Pada tahun yang sama CERN dan MIT mendirikan suatu konsorsium yang dinamakan World Wide Web Consortium (W3C) yang bertugas untuk membangun standar bagi teknologi Web.
World wide web mendapat perhatian publik yang sangat besar yang tidak dapat disamai oleh aplikasi internet lainnya. Pada tahun 1995, www menggantikan FTP sebagai aplikasi internet yang bertanggungjawab atas sebagian besar lalu lintas internet. Web telah menjadi sedemikian terkenalnya sehingga kadang dicampuradukkan dengan istilah internet itu sendiri meskipun pengertian "di Web" dan "di Inetrnet" sebenarnya tidaklah sama.

Pada awal perkembangannya, sewaktu browser masih berbasiskan teks hanya terdapat sekitar 50 website. Di akhir tahun 1995 jumlah ini telah berkembang mencapai sekitar 300.000 web site. Dan diperkirakan sekarang ini jumlah pemakai Web telah mencapat sekitar 30-an juta pemakai diseluruh dunia.

Berners Lee, Sang Penemu WWW

Sir Timothy John "Tim" Berners-Lee (lahir di London, Inggris, 8 Juni 1955) adalah sang penemu World Wide Web dan ketua World Wide Web Consortium, yang mengatur perkembangannya. Pada 1980, ketika masih seorang kontraktor bebas di CERN, Berners-Lee mengajukan sebuah proyek yang berbasiskan konsep hiperteks (hypertext) untuk memfasilitasi pembagian dan pembaharuan informasi di antara para peneliti. Dengan bantuan dari Robert Cailliau dia menciptakan sistem prototipe bernama Enquire.

Setelah meninggalkan CERN untuk bekerja di John Poole's Image Computer Systems Ltd, dia kembali pada 1984 sebagai seorang rekan peneliti. Dia menggunakan ide yang mirip yang telah dia gunakan pada Enquire untuk menciptakan World Wide Web, di mana dia mendesain dan membangun browser yang pertama (bernama WorldWideWeb dan dikembangkan dalam NeXTSTEP) dan server web pertama yang bernama httpd.

Situs web pertama yang dibuat Berners-Lee (dan oleh karena itu ia juga merupakan situs web pertama) beralamat di http://info.cern.ch/ (telah diarsip) dan dimasukkan online untuk pertama kalinya pada 6 Agustus 1991. Pada 1994, Berners-Lee mendirikan World Wide Web Consortium (W3C) di Massachusetts Institute of Technology.

Hingga kini, Berners-Lee masih tetap rendah hati dan tidak berkeinginan untuk mendapatkan status populer. Banyak yang masih tidak mengetahui kekuatan karya pria ini, World Wide Web. Salah satu kontribusi terbesarnya dalam memajukan World Wide Web adalah dengan tidak mempatenkannya sehingga masih dapat digunakan secara bebas.

Kamis, 08 Maret 2012

Wilson Bangga Bisa Tekuk Kimi di 5 Besar

World Rally Championship


PADDOCK99 – Menjelang Power Stage (PS) di ajang World Rally Championship (WRC) Yordania pada Sabtu (16/4), posisi Kimi Raikkonen sebenarnya cukup kompetitif yaitu berada di 5 besar pereli tercepat. Sayangnya pada saat menjalani PS, ban mobil pereli berjuluk The Iceman itu bocor dan harus memperlambat laju mobilnya.

Alhasil Matthew Wilson yang berjuang keras meraih hasil tersebut, berhasil mengambil alih posisi Kimi di posisi 5 besar. Padahal selisih antara pembalap yang bernaung dalam tim M-Sport Stobart tersebut dengan Kimi sebelum menjalani stage pamungkas masih sekitar 12 detik.

“Sebenarnya saya sedikit kecewa pada hari pertama pada saat kami menjalani Special Stage (SS) 7. Saya melakukan sedikit kesalahan dan akhirnya saya harus bekerja lebih keras untuk mendekati posisi Kimi. Bukan hanya itu mesin mobil saya juga sempat ngadat di SS14. Namun menjelang stage terakhir semuanya berjalan cukup sempurna,” papar Matthew Wilson.

Namun hingga saat ini Wilson mengakui masih ingin beradaptasi dengan karakter ban Michelin yang baru mereka gunakan. “Michelin mengorbankan grip bannya untuk menjaga durabilitas ban, jadi agak berbeda dengan karakter ban yang saya gunakan sebelumnya,” pungkas Wilson

Kamis, 12 Januari 2012

Sejarah Microsoft Office

Sejarah Microsoft Office dan perkembangannya dari tahun ke tahun memang perlu kita ketahui, agar supaya kita juga tidak ketinggalan versi-versi terbarunya. Karena tidak bisa dipungkiri lagi, dizaman sekarang keseharian hidup kita dalam hal pekerjaan “misalnya” tidak lepas dari Aplikasi perkantoran ini, seperti halnya untuk membuat surat, menginput data karyawan, membuat karya ilmiah dan lain sebagainya, semua itu kita bisa memanfaatkan Microsoft office. Jadi, alangkah baiknya kita mengenal lebih jauh tentang sejarah microsoft office dan perkembangannya hingga sampai saat ini. Dalam perjalanannya, Sejarah Microsoft Office banyak mengalami perubahan dan penambahan fasilitas dari tahun pertama kali diperkenalkannya yaitu tahun 1989. Dan untuk mengenal lebih jauh serta mengikuti perkembangannya, berikut awalmula.com kutipkan dari berbagai sumber sejarah dan perkembangan Microsoft Office.
Sejarah Microsoft Office Sesuai dengan namanya, software ini diproduksi oleh perusahaan raksasa bernama Microsoft. Microsoft office pertama kali diperkenalkan pada tahun 1989.
Pada tanggal 30 Agustus 1992, Microsoft meluncurkan Microsoft Office versi 3.0. Pada versi tersebut Microsoft Office menyertakan Microsoft Word sebagai pengolah kata, Microsoft Excel sebagai pengolah angka, Microsoft PowerPoint digunakan sebagai aplikasi presentasi yang handal dan Microsoft Mail digunakan untuk menerima dan mengirim email.
Setelah populer dengan Microsoft Office 3.0, pada tahun 1995-an Microsoft kembali meluncurkan Microsoft Office 95 bersamaan waktu itu Microsoft meluncurkan sistem operasi Microsoft Windows 95. Pada sistem operasi ini Microsoft merombak total Windows versi 3.1 dan Windows 3.11 for Workgroup, perubahan yang cukup signifikan dalam sejarah sistem operais PC saat itu. Sejalan dengan pekembangan sistem operasi Microsoft Windows, Microsoft Office sendiri terus berkembang dan semakin mapan dan terus digandrungi serta digunakan oleh sebagian besar masyarakat komputer di dunia, termasuk di Indonesia.
Sampai pada tahun 2000-an Microsoft sudah meluncurkan beberapa versi Microsoft Office dan sampai saat ini masih tetap digunakan sebagai andalan aplikasi perkantoran modern. Beberapa versi dari Microsoft Office yang masih banyak digunakan saat ini antara lain Microsoft Office 2000, Microsoft Office XP (2002) dan Microsoft Office 2003.
Pada kenyataannya sampai saat ini masih banyak kemampuan Microsoft Office 2003 masih belum tersentuh oleh pemakainya. Namun sejalan dengan perkembangan teknologi dan sistem operasi yang juga terus berkembang, maka diluar dugaan Microsoft kembali akan meluncurkan Microsoft Office 2007 bersamaan dengan Windows Vista yang sebentar lagi akan hadir di tengah-tengah masyarakat komputer dunia.
Perkembangan Microsoft Office:
1. Microsoft Office 3.0. Ternyata yang pertama dirilis adalah versi 3.0. Pada versi ini hanya tersedia untuk OS Windows.
2. Microsoft Office 4.0. Dirilis pada tahun 1994. Berisi Word 6.0, Excel 5.0, PowerPoint 4.0, Mail and Access.
3. Microsoft Office 4.3. Seri ini merupakan seri dengan 16-bit yang terakhir dan juga versi terakhir yang mendukung Windows 3.x, Windows NT 3.1 dan Windows NT 3.5
4. Microsoft Office 95.Atau juga dikenal dengan versi 7.0. Versi ini menggunakan 32-bit agar cocok dengan Windows 95. Office 95 tersedia dalam dua versi, Office 95 Standard dan Office 95 Professional. Yang versi standar terdiri dari Word 7.0, Excel 7.0, PowerPoint 7.0 dan Schedule+7.0. Versi professional terdiri dari semua yang ada di standar ditambah dengan Access 7.0.
5. Microsoft Office 97. (Office 8.0), Versi ini dirilis dengan banyak fitur dan pengembangan dibandingkan versi sebelumnya. Pengenalan terhadap command bar, sesuatu hal yang baru dimana menu dan toolbar dibuat lebih mirip dengan visual design-nya. Office 97 juga memiliki fitur Natural Language System dan Sophisticated Grammar Checking. Ini versi yang pertama kalinya menggunakan Office Assistant.
6. Microsoft Office 2000. (Office 9.0) Pada versi ini bayak opsi – opsi disembunyikan. Tentunya opsi tersebut juga penting, tetapi kecil penggunaannya oleh orang awam. Jika ingin digunakan opsi ini dapat dimunculkan. Salah satunya adalah Macro. Mengapa disembunyikan? Karena bisa menyebarkan virus macro. Office 2000 adalah versi terakhir yang bisa dijalankan di Windows 95. Pada versi ini juga tidak ada Product Activation. Enak kan? Product activation mulai ada di versi selanjutnya.
7. Microsoft Office XP. Bisa disebut sebagai versi 10.0 atau office 2002, merupakan upgrade besar – besaran dengan banyak perkembangan dan perubahan. Office XP mengenalkan fitur Safe Mode. Memungkinkan aplikasi contohnya Outlook untuk bisa booting ketika terjadi kesalahan. Safe mode memungkinkan Office untuk mendeteksi, membetulkan atau mem-bypass sumber dari permasalahan system, seperti registry yang corrupt. Lalu adanya fitur Smart Tag yang memungkinkan mengingatkan user bila ada pengetikan yang salah ejaan. Tetapi pada Office ini Smart Tag hanya bisa dijalankan di Word dan Excel. Office XP juga terintegrasi dengan perintah suara dan pendiktean kata, sebaik mungkin seperti penulisan tangan. Di versi ini ada product activation. Office XP mendukung Windows 98, ME, NT 4.0. Office XP juga dikenal sebagai yang pertama untuk versi Office yang bisa berjalan baik di OS Vista.
8. Microsoft Office 2003. (Office 11.0). Sesuai namanya, versi ini dirilis pada tahun 2003. Dengan fitur logo baru. Dua aplikasi baru juga ada yaitu, Microsoft InfoPath dan OneNote. Ini versi yang pertama kalinya menggunakan gaya Windows XP beserta Icon-nya. Outlook 2003 memberikan fungsi yang telah berkembang seperti Kerberos authentication, RPC over HTTP, dan Cached Exchange Mode. Pada versi ini juga ada penyaring junk mail yang telah dikembangkan. Office 2003 merupakan versi terakhir yang mendukung Windows 2000. Versi ini juga merupakan versi yang paling banyak dipakai di Indonesia terutama untuk Rental dan Warnet dalam kurun waktu terakhir 2009.
9. Microsoft Office 2007. (Office 12.0). Versi ini dirilis tahun 2007. Memiliki fitur baru. Juga adanya Groove, sebuah aplikasi kolaborasi. Office 2007 memiliki design tampilan baru yang bernama Fluen User Interface. Lalu adanya Ribbon UI sebagai pengganti menu dan toolbar. Untuk penginstallannya membutuhkan minimal Windows XP SP 2. Pada tahun 2009 Office ini sudah banyak dipakai sekarang dan mulai menggeser kedudukan Office 2003. Indonesia memang agak lambat untuk menyesuaikan diri dengan adanya peningkatan teknologi.
10. Microsoft Office 2010. (Office 14.0). Untuk sekarang sedang dalam perkembangan. Kemungkinan dirilis adalah pada tahun 2010. Versi 13.0 dilewati karena adanya takhayul terhadap nomor 13!
Berdasarkan Peneliti Forrester, sampai bulan Juni 2009, beberapa versi dari MS office digunakan di 80% dari jumlah perusahaan yang ada.

Selasa, 10 Januari 2012

Evolusi dibidang Aplikasi Komputer

Sistem informasi merupakan konsep sistem yang memungkinkan manajemen mengendalikan jalannya sistem fisik dari perusahaan.

Sistem fisik perusahaan terdiri atas sumber su,ber daya berwujud bahan baku, karyawan, mesin dan uang. Sedangan sistem virtual terdiri atas sumber daya informasi yang digunakan untuk mewakili sistemfisik, contoh ruang penyimpanan persediaan yang menyimpan barang barang persedian.
Sistem fisik sebuah perusahaan adalah suatu sitem terbuka yang berinteraksi dengan lingkunganya melalui aliran sumberdaya fisik. Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berkomunikasi dengan sistem lingkungan.

1. SISTEM PEMROSESAN TRANSAKSI
Sebelum ada komputer, perusahaan menggunakan konsep sistem dari kombinasi proses manual, mesin pembukuan, dan sistem punched card
Sistem pertama yang menggunakan komputer disebut sistem Electronic Data Processing (EDP)
Setelah itu diciptakan Accounting Information System (AIS)
Saat ini, istilah yang umum digunakan adalah Transaction Processing System.

2. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi para pengguna dengan kebutuhan yang serupa.
Informasi adalah Data yang diolah menjadi bermakna.
Informasi tersebut menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa depan.
- Alasan terciptanya SIM :
Meningkatnya kebutuhan akan output dari transaction processing system dalam dunia usaha.
Kebutuhan akan pengolahan dan pengorganisasian output dari transaction processing system dalam pengambilan keputusan.
Keinginan para pakar informasi dan perusahaan pembuat komputer untuk mengembangkan aktifitas mereka di dunia computer.

Informasi yang berasal dari data dalam database dihasilkan oleh dua jenis perangkat lunak :
Perangkat Lunak Penulisan Laporan
periodik dan laporan khusus .
Model Matematika
hasil dari simulasi beragam aspek operasi perusahaan.
Output dari informasi ini digunakan oleh manajer untuk membuat keputusan dalam memecahkan masalah perusahaan .

3. SISTEM KANTOR VIRTUAL ( VIRTUAL OFFICE SYSTEM)
1964, teknologi computer diaplikasikan dalam pekerjaan kantor ketika IBM memperkenalkan magnetic tape typewriter. Aplikasi ini disebut pengolahan kata (word processing) dan merupakan awal dari Otomatisasi Kantor (Office Automation)
Otomasi Kantor : Pemanfaatan teknologi informasi di kantor atau tempat kerja.
Kemampuan aplikasi otomasi kantor untuk dapat digunakan dimana saja merupakan awal dari konsep Virtual Office
Virtual Office : pelaksanaan dari aktifitas kantor yang terbebas dari ketergantungan kepada suatu lokasi fisik tertentu

4. SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN (DECISION SUPPORT SYSTEM)
1971, istilah DSS diciptakan oleh G. Anthony Gorry dan Michael S. Scott Morton yang menyarankan supaya sistem disesuaikan dengan pemecah masalah tertentu dan masalah tertentu.
Decision Support Systems : sebuah sistem yang dikembangkan untuk membantu seorang manajer atau group kecil dari manager untuk memecahkan sebuah masalah
Kemampuan sebuah kelompok pendukung keputusan ditambahkan perangkat lunak berorientasi kelompok disebut Groupware.
Groupware ini yang memungkinkan DSS untuk bertindak sebagai Group Decision Support System (GDSS).
Dua bentuk penambahan yang terakhir dari DSS :
Artificial Intelligence (AI) : kegiatan memberikan kemampuan untuk menampilkan perilaku yang menyerupai kecerdasan manusia pada mesin seperti komputer
Online proses analisis, memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan gudang data dan secara cepat menghasilkan informasi dalam berbagai bentuk

5. SISTEM PERENCANAAN SUMBERDAYA PERUSAHAAN ( ENTERPRISE RESOURCE - PLANNING SYSTEM)
1990-an, meningkatnya kebutuhan akan integrasi dari semua sistem yang ada sehingga berfungsi sebagai unit kordinasi.
Enterprise Resource Planning Systems (ERP) : sistem berbasis komputer yang memungkinkan manajemen dari seluruh sumber daya perusahaan melakukan konsolidasi.